Selasa, 11 November 2014

Netizen Murka, Toko Biadab "Sim Lim Square" Singapura Pantas Dihabisi! !

Sebuah judul tentang Kasus Penipuan oleh toko Mobile Air di Singapura


Publik netizen sedang geger! Pasalnya beredar foto dan video soal turis asal Vietnam yang digetok oleh pedagang nakal di toko Mobile Air, kawasan Slim Lim Square, Jalan Rochor Canal, Singapura


Ceritanya, pria Vietnam bernama Pham Van Thoai ini membeli iPhone itu dengan harga normal S$950 (setara Rp 11,5 juta). Karena bahasa Inggrisnya minimalis, dia dipaksa menandatangani dokumen, isinya mewajibkan Pham membayar garansi USD 1.500 (setara Rp 18 juta). Kalau tidak dibayar tunai, ponsel tersebut tak boleh dia bawa pulang.


Bingung dan putus asa, Pham minta uangnya dikembalikan. Dia sampai menangis dan menyembah-nyembah, tapi pegawai Mobile Air malah menertawakannya. Bersama sang kekasih, Pham kemudian lapor polisi, dan kasus ini selanjutnya ditangani Asosiasi Konsumen Singapura (CASE). Sial memang nasibnya,


Pham hanya mendapat pengembalian uang S$400 saja. Hal ini karena secara hukum, Mobile Air tidak salah, apalagi Pham sudah terlanjur tanda tangan dokumen yang merugikan tersebut.
Berita mengenai penipuan yg dilakukan Toko Mobile Air di Singapura banyak menghiasi Headline surat kabar di Indonesia




Sungguh keterlaluan! Pem-bully-an seperti ini masih saja bisa terjadi di negara yang sudah maju seperti Singapura. Mulanya toko Mobile Air hanya mau mengembalikan S$70. Namun dengan desakan dari CASE, akhirnya toko laknat ini mau mengembalikan S$400. Pham masih rugi S$550… dan tetap tanpa iPhone6.


Yang tragis, Pham hanyalah seorang pekerja pabrik di Vietnam dengan gaji hanya USD200/bulan (sekitar 2,4 juta per bulan). Setelah sekian lama mengumpulkan uang, ia bersama kekasihnya berlibur ke Singapura dan bermaksud untuk membelikan kekasihnya itu sebuah iPhone6.

Lalu apakah kasus ini berakhir? Oh, tentu TIDAK

Video pelecehan terhadap Pham ini beredar luas. Singapore Seen sebagai website pertama yang mengabarkan kejadian ini juga di-share oleh jutaan netizen dan menjadi viral. Yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan!


Yang pertama adalah adanya penggalangan dana lewat Indiegogo. Hanya beberapa jam setelah berita ini meledak di internet, dana yang sudah terkumpul sebesar S$12.938. Ketika dana ini disampaikan, Pham hanya mau menerima S$550, yaitu sejumlah kerugiannya saja. Ah, mulia sekali.

Menyadari bahwa Pham adalah orang baik dan tulus, netizen makin murka dengan toko Mobile Air. Apalagi CASE sebagai asosiasi konsumen tidak bisa melakukan apa-apa. Ini saatnya social justice bicara!


WAKIL coba bersuara untuk menginisiasi #Operasisapujagat, yaitu kampanye untuk menegakkan keadilan, khususnya bagi korban-korban toko Mobile Air. Perlu diketahui, toko ini sendiri masuk ke dalam daftar hitam CASE. Begitu banyak komplain yang dialamatkan kepadanya.+


Bak bola salju, gelombang dukungan pun makin besar. Identitas Jover Chew, pemilik toko Mobile Air, dibongkar ke publik.

Alamat rumah, nomor telepon, bahkan nomor rekening dibeber ke publik. Alhasil Serangan-serangan beruntun muncul dari segala penjuru.


Mulai dari yang kadar iseng, seperti pesanan Pizza Hut dan McDonalds dalam jumlah besar yang dialamatkan ke rumah dan kantor, hingga yang ‘keras’, seperti mempublikasikan foto-foto pribadi ke publik.


Akibat serangan-serangan brutal ini, bahkan lebih brutal lagi, karena bukan hanya identitas Jover yang diungkap ke publik, namun juga istrinya, Jover pun menutup toko Mobile Air. Hingga artikel ini ditulis, toko tersebut masih ditutup, dan sudah lewat hari ketiga.


Jover bukan satu-satunya penjual keparat di Singapura. Menurut saya social justice macam ini sangat diperlukan agar menjadi pelajaran bagi begundal-begundal seperti dia.


Paling tidak kasus ini juga sudah punya dampak hingga ke hubungan internasional Singapura.


Kementerian Luar Negeri Tiongkok sampai merasa perlu mengeluarkan peringatan kepada turis warga negara mereka di situs resmi kementerian. Isinya turis Tiongkok diminta berhati-hati ketika belanja elektronik dari toko yang banyak menerima komplain di Singapura.

Tidak! Ini belum selesai. Dukungan terus-menerus berdatangan. Terbaru ada ARTVENTOUR sejenis Club Tour Guide-nya Indonesia, dan GREENSURVEYOR Indonesia yang berkampanye lewat T-Shirt ‘YOU DON’T CHIBAI’ (chibai ini artinya… cunt/pussy).


Bahkan dengar-dengar grup hacker paling menyeramkan di dunia, Anonymous, pun akan melibatkan diri di kasus ini.


Para pedagang Jahanam, waspadalah! WASPADALAH!! Mungkin hukum tidak bisa menyentuhmu, tapi social justice pasti bisa! Keadilan mungkin buta, tetapi keadilan dapat melihat dalam gelap!+

Akibat Toilet Duduk di Pake Jongkok !!!



Banyak orang ketika harus mempergunakan LAVATORY UMUM, terpaksa naik dan jongkok di atas WC DUDUK, untuk menghindari kontak langsung dengan bagian yang kotor. Namun tindakan ini akan membuat orang tersebut berada pada posisi yang sangat berbahaya.



Berjongkok pada saat menggunakan WC DUDUK sangat DILARANG, karena bahannya terbuat dari keramik / porselein, tidak mampu untuk menyangga berat seluruh badan pada satu titik.


Berikut adalah peristiwa yang benar-benar terjadi, dimana WC DUDUK terbelah, ketika seorang gadis duduk jongkok saat mempergunakannya.

Kirimkan informasi ini kepada rekan-rekan yang lain (atau anda bisa share di facebook dengan mengklik icon Share on Facebook di bawah ini) dan anjurkan untuk memasang poster BAHAYA di Toilet, yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan pada diri anda, kerabat atau seorang dari teman anda. - See more at: http://helloworld.blogspot/akibat-toilet-duduk-dipake-jongkok.

Senin, 24 Februari 2014

Aliansi Bikers Indonesia (ABI) vs jambret bermotor

Berulang kali terjadi tindak kejahatan perampokan dan penjambretan yg dilakukan dari atas sepeda motor diberbagai jalanan di indonesia. Untuk itu, sebagai bentuk keprihatinan terhadap masalah ini Aliansi Bikers Indonesia Sumut bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat melakukan aksi nyata dengan melakukan sweeping tindakan aksi penjambretan seperti dijalan Gatot Subroto, jalan Amir Hamzah Dan jalan Ring road medan. Untuk permulaan, Kami memfokuskan hanya di 3 titik rawan , namun apabila menunjukkan hasil yg positif, kami akan berkoordinasi dengan pak Kapolda untuk meminimalisir aksi aksi ygm cenderung sudah sangat meresahkan di berbagai titik kota di Sumatera Utara uujar Ketua Koordinator Aksi Sikat Jambret sdr Roni Andrika di kantor nya di Komp Gaperta.

Minggu, 27 Maret 2011

Tips Memilih Jenis Sepeda



Sering kita di bingungkan dengan berbagai jenis sepeda yang beredar dipasaran, pada umumnya sepeda yang banyak beredar adalah jenis MTB atau lebih di kenal dengan sepeda gunung dan Road Bike lebih di kenal dengan Sepeda Jalan Raya.




Sepeda Gunung atau MTB masih di bagi beberapa jenis lagi misal Competitve XC, XC Trail, All Mountain, FreeRide/DownHill, Progrsive HT, Recreational XC. Sedangkan untuk Road bike atau sepeda balap juga di bagi berbagi macam jenis lagi seperti Com[etitive road, Endurance, TT (time trial), Fixed Gear(single speed/fixie), Fitness(comutte).


Secara garis besar itulah jenis sepeda yang banyak beredar, akan tetapi banyak vendor melakukan pengembangan khusus dan membuat sepeda sepeda jenis baru seperti cyclocross, dirtjumper, dan masih banyak lagi sepeda modif lainya.


Untuk mengetahui sepeda apa yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan kita ada baiknya kita tahu deskripsi masing-masing jenis sepeda, tips ini berisi deskripsi sepeda secara global sehingga memudahkan anda memilih sepeda.


Sepeda Gunung MTB.

a. Competitive XC :

Sepeda ini biasanya tergolong ringan untuk jenis MTB, merupakan sepeda yang ringan untuk cross country (offroad). Competitive XC biasa di gunakan untuk medan offroad yang tidak terlalu menurun, sangat sesuai untuk yang menyukai kecepatan dan kekuatan dalam menjelajah medan offroads.

b. XC Trail :
Jenis sepeda yang lebih di buat untuk medan offroad yang lumayan ekstrim, sepertinya turunan yang agak tajam disertai banyak tikungan, suspensi depan dan belakang biasanya lebih empuk dibandingkan dengan Competitive XC, suspensi depan dan belakang biasanya juga dapat di atur skala keras dan lembutnya.

c. All Mountain :



MTB yang kelihatan kekar di banding jenis XC lainnya, mempunyai suspensi yang lebih besar dan kuat. Sepeda ini di peruntukkan untuk rider yang menyukai medan offroad yang banyak lokasi jumping. Sepeda ini cocok untuk downhill ringan dan atraksi dalam bersepeda.


d. Freeride/Downhill :
Ini sepeda yang sering kita lihat dalam kejuaraan dunia downhill, sepeda yang sangat berat untuk jenis MTB. Frame sepeda ini memang sangat berat karena downhill yang ekstrim memerlukan kestabilan yang tinggi.


Suspensi sepeda jenis ini mempunyai trafel depan(panjang suspensi) lebih panjang di banding sepeda MTB lain, dan yang pasti suspensi belakang adalah wajib pada sepeda tipe ini.
e. Progresive / Dirt jumper

Lebih di peruntukkan untuk rider yang menyukai show off skill atau mempertontonkan dan mengasah kemahiran dalam atraksi sepeda. Dengan bentuk frame yang terkesan lurus dari depan dan belakang.

f. Recreational XC
Merupakan sepeda XC untuk medan cross country yang ringan, ini merupakan sepeda yang banyak di pakai MTB saat ini dalam offroad ringan dan cross country.
Road bike.

a. Competitive Road

Merupakan sepeda balap yang di peruntukkan untuk kompetisi balap, dengan berat yang sangat ringan total berat sepeda bisa mencapai 5kg, Bagi yang menyukai bersepeda sehat jalan aspal ini merupakan salah satu pilihan.

b. Endurance Road

Merupakan sepeda balap dengan frame yang lebih tahan terhadap jalan yang tidak halus semisal paving blok, sepeda dengan tipe ini cocok untuk yang menyukai tipe road yang tidak hanya aspal halus tapi jalan aspal yang jelek. Selain ringan cocok bagi penggemar kecepatan, sepeda jenis ini layak di jadikan pilihan untuk bersepeda di jalan non aspal.

c. TT (time trial)
Inilah sesungguh sepeda balap, sangat ringan dengan aero dinamis yang di desain dengan teliti untuk terpaan angin. Sepeda balap ini banyak di gunakan untuk kompetisi Time Trial / Thriatlon yang menuntut kecepatan.

d. Single speed/fixie.


Sepeda dengan gir tunggal/fixgear, sering disebut fixie. sepeda ini lagi IN banget di Indonesia. cocok bersepeda kemana saja. Sepeda dengan single speed ini tidak mempunyai pengaturan kecepatan, menjadikan sepeda ini simple dan praktis terutama untuk yang tinggal di perkotaan.


e. Commute
Merupakan Sepeda yang di desain gabungan dari sepeda balap kelas kompetisi dan kebutuhan sehari-hari.



Banyak vendor sepeda menyesuaikan mulai dari handle bar (stang), hingga komposisi ban dan rasio gir.


Dari berbagai deskripsi sepeda diatas kita mulai ada gambaran sepeda apakah yang cocok untuk kebutuhan bersepeda kita baik untuk kesehatan atau memang khusus untuk kompetisi.

Sabtu, 26 Maret 2011

MENDIDIK YAYASAN PENDIDIKAN SHAFIYYATUL AMALIYYAH


Wajar bila masyarakat kecewa, kesal bercampur emosi ketika melewati Kampus Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah yang bertepatan letaknya dipersimpangan Jl. Dr. Mansyur dan Jl. Setia Budi dan kerap menyaksikan rutinitas kemacetan yang diakibatkan kendaraan pelajar dan penjemput yang parkir seenaknya di badan jalan.
Pemko Medan mungkin sudah bertindak benar dan seperti tidak kenal lelah, selalu melakukan uji coba untuk mengatasi titik-titik rawan kemacetan arus lalu lintas, khususnya diruas jalan yang menuju bandara Polonia Medan ini, dengan harapan, membagi ruas jalan menjadi dua bagian akan sedikit mengatasi problem lalu lintas di sekitar sekolah ini. Tetapi, pihak yayasan sebagai sumber tenaga pendidik dimana seharusnya tolerir dan mendukung apa yang telah menjadi kebijakan publik, malah terkesan tutup mata dalam arti cuek melihat kekisruhan yang diakibatkan kendaraan yang malang melintang memadati ruas jalan, hingar bingar yang ditimbulkan suara klakson dan knalpot silih berganti memukul-mukul gendang telinga, juga asap kenderaan yang keluar dari lubang knalpot, membuat sesak pengendara lain yang ada dibelakangnya. Tidak berhenti sampai disini, coba lihat ke pajak sebelum sekolah, keruwetan lalu lintas yang terjadi setiap pagi, terus berlanjut hingga sore hari, akibat banyaknya pedagang kaki lima yg berjualan hingga ke badan jalan ditambah pengemudi yang melanggar rambu peringatan dan memutar kenderaan seenaknya serta penjemput anak sekolah yg mau tidak mau harus memarkir kenderaannya di badan jalan akibat pihak sekolah yg tidak menyediakan areal perparkiran.
Yang menjadi pertanyaannya, beranikah dinas terkait menegur dan mengultimatum pihak yayasan untuk membuat areal parkirnya sendiri hingga tidak mengganggu ketertiban umum. Dan juga yang terpenting , mampukah pihak yayasan introspeksi diri untuk terlebih dahulu mendidik mentalitas jajaran pengurusnya sendiri, terutama Ketua Dewan Pembina, Sofyan Raz dan Istrinya yg merupakan Ketua Yayasan Sahfiyyatul Amaliyyah agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat, minimal yang terjadi pada lingkungan dimana ia hidup..